Peserta Outing Class 2019

実用通訳 merupakan salah satu mata perkuliahan wajib di semester 8 sastra Jepang STBA JIA Bekasi. Mata kuliah 実用通訳 mengajarkan pada mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang penerjemah yang baik. Untuk memberikan kesan yang mendalam pada mata kuliah 実用通訳, maka kegiatan perkuliahan ini tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas namun juga dilakukan di luar kelas. Salah satu kegiatannya adalah OUTING CLASS, kegiatan Outing Class ini sudah dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda dalam setiap tahunnya. Pada tahun 2019 tepatnya tanggal 6 April mahasiswa-mahasiswi STBA JIA Bekasi Sastra Jepang mengadakan pembelajaran 実用通訳 di Floating Market Lembang Bandung. Outing Class 2019 ini bertemakan “SERU, SOLID, SPEKTAKULER” yang mencirikan karakter dari mahasiswa-mahasiswi semester 8 angkatan 2015 yang sangat seru, selalu kompak dan tetunya spektakuler dengan jargonnya 最高のジェネレーション yang artinya adalah generasi terbaik.

Para peserta Outing Class 2019 di Floating Market

Dalam kegiatannya mahasiswa-mahasiswi dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditugaskan untuk menjelaskan tentang keindahan ataupun suasana di setiap SPOT tempat wisata yang ada di Floating Market kepada orang Jepang dengan menggunakan bahasa Jepang. Kegiatan ini sangatlah efektif karena akan menuntut setiap mahasiswanya agar bisa berkomunikasi dengan orang Jepang secara langsung.

Ketua STBA JIA (Drs. H. Sudjianto, M.Hum) berfoto bersama dengan peserta Outing Class 2019 

Kegiatan OUTING CLASS 2019 tidak hanya berakhir sampai disini. Untuk mempererat  tali persaudaraan dan membuat kesan yang lebih mendalam maka selesainya dari kegiatan di Floating Market, seluruh mahasiswa menginap di villa Ciater Highland Resort Subang. Di malam keakraban, seluruh mahasiswa menampilkan performance untuk menghidupkan suasana kemeriahan, ice breaking, barbeque dan tak ketinggalan adalah sharing dengan orang Jepang tentang kehidupan di Jepang. Kegiatan OUTING CLASS ini sangat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa dan juga bisa menjadikan tali persahabatan terikat dengan erat.

Kebersamaan para peserta Outing Class 2019

Manneke Budiman, S.S, M.A, Ph.D sebagai narasumber (kiri) dan Ahmad Kurnia, S.Pd, M.M. sebagai moderator (kanan)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STBA JIA merupakan divisi yang bekerja dalam merencanakan dan menggerakan program-program yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah seminar dan workshop tentang menulis karya ilmiah yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2018 di ruang auditorium STBA JIA. Peserta dalam seminar dan workshop adalah mahasiswa STBA JIA, terutama mahasiswa semester akhir yang akan menulis skripsi atau karya tugas ilmiah. Dalam jenjang pendidikan S1 maupun D3 para mahasiswa STBA JIA tentu harus menulis karya ilmiah sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Dalam kurikulum STBA JIA juga sudah ada beberapa mata kuliah yang bertujuan sebagai pengarahan dalam pembuatan karya ilmiah. Namun dalam kenyataannya dibutuhkan pelatihan khusus mengenai karya ilmiah. Oleh karena itu, LPPM STBA JIA bekerja sama dengan berbagai pihak mengadakan seminar dan workshop yang bertemakan menulis karya ilmiah. Dalam seminar dan workshop ini, Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Manneke Budiman, S.S, M.A, Ph.D. menjadi pembicara yang menjelaskan penulisan karya ilmiah terutama pada kajian linguistik, sastra dan budaya maupun pendidikan bahasa.

Panitia Seminar dan Workshop

Para Peserta Seminar dan Workshop

 

Dr. Rainhard Oliver H. W, S.S., M.Pd sebagai narasumber (kiri) dan Ahmad Kurnia, S.Pd., M.M sebagai moderator (kanan)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STBA JIA merupakan divisi yang bekerja dalam merencanakan dan menggerakan program-program yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah mengadakan seminar yang berupa workshop maupun public lecture yang diadakan rutin setiap tahun. Pada tahun ajar 2018/2019 salah satu program yang diadakan pada tanggal 15 Oktober 2018 yang lalu.

LPPM STBA JIA bekerja dalam menyajikan seminar dan public lecture dengan tema yang berhubungan dengan kajian bahasa asing. Termasuk diantaranya kajian tentang linguistik, sastra dan budaya, maupun pengajaran dan pembelajaran bahasa asing. Salah satu yang menjadi tema public lecture Oktober 2018 adalah pembelajaran bahasa asing. Dalam public lecture ini yang menjadi pembicara merupakan Ketua Program Studi Sastra Jepang STBA JIA yaitu Dr. Rainhard Oliver H.W., S.S., M.Pd yang menjelaskan mengenai “Strategi Pembelajaran Bahasa Asing”. Dalam pembelajaran bahasa asing tentu ada 4 keterampilan berbahasa yang harus dikuasai, diantaranya adalah membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. Tentunya public lecture dengan tema strategi pembelajaran bahasa diharapkan dapat memberi manfaat bagi pembelajar bahasa asing khususnya mahasiswa STBA JIA.

 

Peserta Public Lecture “Strategi Pembelajaran Bahasa Asing”

Peserta dari public lecture ini berjumlah sekitar ±300 orang yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Jepang. Dapat disimpulkan bahwa antusias mahasiswa dan mahasiswi STBA JIA terhadap pelaksanaan public lecture cukup tinggi. Dengan demikian LPPM STBA JIA akan menyelenggarakan seminar dan public lecture dengan tema yang berbeda sebagai cara untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan khususnya mahasiswa dan mahasiswi STBA JIA.

SJS (Subarashii JIA’s Speakers) merupakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA, dimana mereka mempunyai mimpi untuk menjadi para pembicara yang hebat. Selain menjadi pembicara yang hebat para Speakers (sebutan untuk anggota SJS), juga memiliki motto yaitu menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyarakat. Semangat inilah yang mendasari SJS menjadi UKM terdepan untuk siap membantu masyarakat, maka dari itu kami para Speakers berkoordinasi dengan Komunitas Pemuda Khatulistiwa mengadakan kegiatan yang kita lakukan dengan membantu memberikan pengajaran kepada anak-anak yang kurang mampu di daerah Cileungsi. Anak-anak ini merupakan anak-anak dari keluarga pemulung yang kurang mampu, dimana diusianya yang masih sekitar 6 sampai 10 tahun, mereka harus bekerja sebagai pemulung atau pengemis disaat anak seusia mereka biasanya hanya sibuk bersekolah dan bermain saja, bahkan diantara mereka ada yang tidak mampu untuk bersekolah di sekolah formal. Untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa yang berlandaskan pembukaan UUD '45, kami UKM SJS bersinergi dengan pemuda KPK di lentera mengajar untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak tersebut. Kegiatan ini sebagai bentuk realisasi dari motto SJS yaitu menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan adalah memberikan pengajaran berupa membaca, menulis dan menghitung serta sedikit mengenalkan bahasa inggris kepada anak-anak di Rumah Ilmu, Cileungsi. Selain itu, kami juga memberikan bingkisan berupa alat tulis dan keperluan belajar untuk anak-anak tersebut. Dengan harapan apa yang kami lakukan bisa menjadi pembangkit semangat bagi UKM lainnya agar bisa melakukan kegiatan serupa seperti ini sehingga banyak mahasiswa yang peduli pada kehidupan masyarakat sekitarnya.

(Pemberian goodie bag untuk anak anak pemulung dari SJS STBA JIA)

(Pembelajaran di Rumah Ilmu oleh anggota SJS)

KPK (Komunitas Pemuda Khatulistiwa) adalah sebuah kumpulan pemuda-pemudi yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Mereka mendedikasikan sebagian waktu libur mereka untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak pemulung berusia 6 sampai 10 tahun. Anak-anak tersebut memiliki kehidupan yang kurang beruntung, karena selain harus sekolah mereka juga harus memulung setiap harinya bahkan ada yang sampai dipaksa untuk mengemis, diantara anak-anak ini pun ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan secara formal dikarenakan keterbatasan dana. Disetiap hari minggu, para pemuda KPK melakukan pembelajaran untuk anak-anak tersebut di rumah ilmu yang bertempat di Cileungsi. Mereka  selalu memberikan pengajaran yang terkait kegiatan belajar anak-anak di sekolahya seperti belajar membaca, menulis dan menghitung, selain itu mereka juga diberikan tambahan pelajaran bahasa inggris juga kesenian agar memiliki kemampuan yang sama dengan sekolah formal lainnya.

Melihat antusias pemuda yang begitu bersemangat dalam memberikan pengabdiannya kepada anak-anak, segenap dosen STBA JIA, tergugah hatinya untuk melakukan sinergi bersama komunitas pemuda  khatulistiwa, dalam hal ini para dosen STBA JIA memberikan pelatihan kepada para pemuda KPK tentang metode pembelajaran yang baik untuk anak-anak dalam mata pelajaran bahasa inggris, agar kelak para pemuda KPK ini bisa memberikan pengajaran yang terbaik dan bagus untuk anak-anak pemulung nantinya. Kegiatan ini dikemas dalam sebuah seminar mini, namun dikemas dalam suasana yang santai agar suasana kekeluargaan bisa tercipta diantara dua generasi ini. Seminar yang disajikan berjudul Pelatihan Bahasa Inggris kepada Para Pengajar Komunitas Pemuda Khatulistiwa dengan tema "Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode RAFT (Role Audience Format Technique)". kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2019 sebagai bentuk pengabdian dosen bagi masyarakat sekitar.

(Bapak Elsan Arvian, SS., M.Hum. yang tengah memberikan materi pengajaran kepada anak pemulung yang tinggal di Rumah Singgah Darussalam)

(Ibu Ade Surista, M.Pd. dan Ibu Yeni Noryatin, SS., M.Hum. yang tengah menjelaskan metode RAFT kepada para pemuda khatulistiwa)

Page 2 of 6

Informasi PMB

STBA JIA berusaha mencetak sarjana sastra yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang komunikasi. Salah satu cara untuk dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien dalam pergaulan Internasional yaitu dengan menguasai bahasa asing, memahami budaya asing, memahami karakteristik industri negara asing dan keahlian kewilayahan negara.

Go to top