Masalah sampah, terutama sampah plastik, sudah semakin parah. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya sikap sebagian masyarakat yang masih tidak peduli dengan masalah ini, seperti tidak membuang sampah pada tempatnya dan tidak melakukan daur ulang. Masalah sampah plastik tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Tetapi, terjadi juga di berbagai belahan dunia lainnya karena penggunaan plastik hampir mengambil alih semua kebutuhan kita didunia ini. Karena ini, STBA JIA, melalui HMIJ, mengadakan sebuah talk show yang berjudul “Transforming trash to commodities for a sustainable future” atau “Mengubah sampah menjadi komoditas untuk masa depan yang berkelanjutan”. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 1 April 2019. Dalam acara ini, kita mengundang dua narasumber yaitu Alex dan Zoë yang berasal dari Universitas Leibniz, Jerman.

 

Mereka merupakan mahasiswa yang bergabung dengan sebuah komunitas besar bernama Enactus. Dalam komunitas tersebut, mereka mempunyai salah satu proyek yang bernama Plastained. Plastained merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk mendaur ulang sampah plastik agar menjadi bermakna. Acara dimulai pukul 1 siang yang diawali dengan sambutan – sambutan dari ketua panitia acara, ketua HMIJ, dan juga sambutan dari Mr. Imron Hadi, S.S, M.Hum. sebagai Kaprodi Inggris dengan Bahasa Jerman.

 

Kemudian acara inti di mulai. Dalam kesempatan ini mereka menjelaskan mengapa memilih Indonesia sebagai sumber proyek mereka? Karena di Indonesia, terutama ibu kota Jakarta, menghasilkan banyak sekali sampah yang selanjutnya sampah ini di buang ke TPA Bantar Gebang dan mayoritas sampah yang dibuang disana adalah sampah plastik. Mereka berharap dengan kedatangan mereka ini, bisa memberikan solusi bagaimana mengolah sampah plastik tersebut dan juga bisa berbagi informasi tentang bagaimana pengolahan sampah di Jerman yang nantinya bisa dicontoh Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Setelah itu acara di lanjutkan dengan sesi tanya – jawab oleh para peserta talk show. Acara berlangsung cukup baik dan bisa diterima oleh para mahasiwa yang mengikuti talk show tersebut. Selanjutnya acara ditutup pukul 3 sore dengan sesi foto bersama dan pemberian cinderamata oleh panitia.

 

As a form of social care, HMIJ held a social event in Bantar Gebang several time ago. Social Event is a form of attention of a group or someone by channeling a form of concern for other groups or individuals. Therefore, HMIJ invited the Himagians to be a volunteer for this event. After going through the selection stage, fifteen Himagians were selected who could participate directly in this activity. From the fifteen volunteers, they were divided into three groups, each of which would do a different assignment each week. The task of volunteers is to teach children there to learn English. This social activity took place on the 10th, 17th, and 24th March 2019 in The Kingdom of BGBJ, Bantar Gebang which carried the theme "Give, Gain, and Grow".

  

In the first week, we went to BGBJ with our lecturer Mrs. Yeni. Our mission was to teach vocabularies about various types of professions for children there. Because from the information that we get, children in BGBJ only know about three professions, there are doctors, teachers and garbage foremen. There, we also met with some foreigners. There are Hiroki and friends from Japan, Kevin and Helen. Some of us discussed with Helen and she was very pleasant. She said that she really like with Indonesia especially with the people. The first week went pretty well and was fun.

 

 In the second week, we went there with our lecturer Mr. Elsan. Our mission still same with the first week but, we explain more detail about the Professions. Like how a firefighter works, how doctors work, and so on. But that didn’t happen because we help them to prepare for their show at the BGBJ children's birthday. We taught them to play drama, read poetry and others. There are some foreigners who help too.

 

The second week felt longer but still pleasant. Finally, we are in the third week, the last week of our social project. This week, the volunteers from first and second week can join again so, we did a lot of activities with the children. Start from coloring, presentation about what their dreams are, playing music and eating together. We met with the another foreigner too. The third week was no less fun than the other week. At the end of event, we give them memories of dragon fruit plants and also some used books that are still suitable for use. We have had many new experiences because of this event and it was a moment that we will never forget.

 

 

Peserta Outing Class 2019

実用通訳 merupakan salah satu mata perkuliahan wajib di semester 8 sastra Jepang STBA JIA Bekasi. Mata kuliah 実用通訳 mengajarkan pada mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang penerjemah yang baik. Untuk memberikan kesan yang mendalam pada mata kuliah 実用通訳, maka kegiatan perkuliahan ini tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas namun juga dilakukan di luar kelas. Salah satu kegiatannya adalah OUTING CLASS, kegiatan Outing Class ini sudah dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda dalam setiap tahunnya. Pada tahun 2019 tepatnya tanggal 6 April mahasiswa-mahasiswi STBA JIA Bekasi Sastra Jepang mengadakan pembelajaran 実用通訳 di Floating Market Lembang Bandung. Outing Class 2019 ini bertemakan “SERU, SOLID, SPEKTAKULER” yang mencirikan karakter dari mahasiswa-mahasiswi semester 8 angkatan 2015 yang sangat seru, selalu kompak dan tetunya spektakuler dengan jargonnya 最高のジェネレーション yang artinya adalah generasi terbaik.

Para peserta Outing Class 2019 di Floating Market

Dalam kegiatannya mahasiswa-mahasiswi dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditugaskan untuk menjelaskan tentang keindahan ataupun suasana di setiap SPOT tempat wisata yang ada di Floating Market kepada orang Jepang dengan menggunakan bahasa Jepang. Kegiatan ini sangatlah efektif karena akan menuntut setiap mahasiswanya agar bisa berkomunikasi dengan orang Jepang secara langsung.

Ketua STBA JIA (Drs. H. Sudjianto, M.Hum) berfoto bersama dengan peserta Outing Class 2019 

Kegiatan OUTING CLASS 2019 tidak hanya berakhir sampai disini. Untuk mempererat  tali persaudaraan dan membuat kesan yang lebih mendalam maka selesainya dari kegiatan di Floating Market, seluruh mahasiswa menginap di villa Ciater Highland Resort Subang. Di malam keakraban, seluruh mahasiswa menampilkan performance untuk menghidupkan suasana kemeriahan, ice breaking, barbeque dan tak ketinggalan adalah sharing dengan orang Jepang tentang kehidupan di Jepang. Kegiatan OUTING CLASS ini sangat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa dan juga bisa menjadikan tali persahabatan terikat dengan erat.

Kebersamaan para peserta Outing Class 2019

Manneke Budiman, S.S, M.A, Ph.D sebagai narasumber (kiri) dan Ahmad Kurnia, S.Pd, M.M. sebagai moderator (kanan)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STBA JIA merupakan divisi yang bekerja dalam merencanakan dan menggerakan program-program yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah seminar dan workshop tentang menulis karya ilmiah yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2018 di ruang auditorium STBA JIA. Peserta dalam seminar dan workshop adalah mahasiswa STBA JIA, terutama mahasiswa semester akhir yang akan menulis skripsi atau karya tugas ilmiah. Dalam jenjang pendidikan S1 maupun D3 para mahasiswa STBA JIA tentu harus menulis karya ilmiah sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Dalam kurikulum STBA JIA juga sudah ada beberapa mata kuliah yang bertujuan sebagai pengarahan dalam pembuatan karya ilmiah. Namun dalam kenyataannya dibutuhkan pelatihan khusus mengenai karya ilmiah. Oleh karena itu, LPPM STBA JIA bekerja sama dengan berbagai pihak mengadakan seminar dan workshop yang bertemakan menulis karya ilmiah. Dalam seminar dan workshop ini, Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Manneke Budiman, S.S, M.A, Ph.D. menjadi pembicara yang menjelaskan penulisan karya ilmiah terutama pada kajian linguistik, sastra dan budaya maupun pendidikan bahasa.

Panitia Seminar dan Workshop

Para Peserta Seminar dan Workshop

 

Dr. Rainhard Oliver H. W, S.S., M.Pd sebagai narasumber (kiri) dan Ahmad Kurnia, S.Pd., M.M sebagai moderator (kanan)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STBA JIA merupakan divisi yang bekerja dalam merencanakan dan menggerakan program-program yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah mengadakan seminar yang berupa workshop maupun public lecture yang diadakan rutin setiap tahun. Pada tahun ajar 2018/2019 salah satu program yang diadakan pada tanggal 15 Oktober 2018 yang lalu.

LPPM STBA JIA bekerja dalam menyajikan seminar dan public lecture dengan tema yang berhubungan dengan kajian bahasa asing. Termasuk diantaranya kajian tentang linguistik, sastra dan budaya, maupun pengajaran dan pembelajaran bahasa asing. Salah satu yang menjadi tema public lecture Oktober 2018 adalah pembelajaran bahasa asing. Dalam public lecture ini yang menjadi pembicara merupakan Ketua Program Studi Sastra Jepang STBA JIA yaitu Dr. Rainhard Oliver H.W., S.S., M.Pd yang menjelaskan mengenai “Strategi Pembelajaran Bahasa Asing”. Dalam pembelajaran bahasa asing tentu ada 4 keterampilan berbahasa yang harus dikuasai, diantaranya adalah membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. Tentunya public lecture dengan tema strategi pembelajaran bahasa diharapkan dapat memberi manfaat bagi pembelajar bahasa asing khususnya mahasiswa STBA JIA.

 

Peserta Public Lecture “Strategi Pembelajaran Bahasa Asing”

Peserta dari public lecture ini berjumlah sekitar ±300 orang yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Jepang. Dapat disimpulkan bahwa antusias mahasiswa dan mahasiswi STBA JIA terhadap pelaksanaan public lecture cukup tinggi. Dengan demikian LPPM STBA JIA akan menyelenggarakan seminar dan public lecture dengan tema yang berbeda sebagai cara untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan khususnya mahasiswa dan mahasiswi STBA JIA.

SJS (Subarashii JIA’s Speakers) merupakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA, dimana mereka mempunyai mimpi untuk menjadi para pembicara yang hebat. Selain menjadi pembicara yang hebat para Speakers (sebutan untuk anggota SJS), juga memiliki motto yaitu menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyarakat. Semangat inilah yang mendasari SJS menjadi UKM terdepan untuk siap membantu masyarakat, maka dari itu kami para Speakers berkoordinasi dengan Komunitas Pemuda Khatulistiwa mengadakan kegiatan yang kita lakukan dengan membantu memberikan pengajaran kepada anak-anak yang kurang mampu di daerah Cileungsi. Anak-anak ini merupakan anak-anak dari keluarga pemulung yang kurang mampu, dimana diusianya yang masih sekitar 6 sampai 10 tahun, mereka harus bekerja sebagai pemulung atau pengemis disaat anak seusia mereka biasanya hanya sibuk bersekolah dan bermain saja, bahkan diantara mereka ada yang tidak mampu untuk bersekolah di sekolah formal. Untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa yang berlandaskan pembukaan UUD '45, kami UKM SJS bersinergi dengan pemuda KPK di lentera mengajar untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak tersebut. Kegiatan ini sebagai bentuk realisasi dari motto SJS yaitu menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan adalah memberikan pengajaran berupa membaca, menulis dan menghitung serta sedikit mengenalkan bahasa inggris kepada anak-anak di Rumah Ilmu, Cileungsi. Selain itu, kami juga memberikan bingkisan berupa alat tulis dan keperluan belajar untuk anak-anak tersebut. Dengan harapan apa yang kami lakukan bisa menjadi pembangkit semangat bagi UKM lainnya agar bisa melakukan kegiatan serupa seperti ini sehingga banyak mahasiswa yang peduli pada kehidupan masyarakat sekitarnya.

(Pemberian goodie bag untuk anak anak pemulung dari SJS STBA JIA)

(Pembelajaran di Rumah Ilmu oleh anggota SJS)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3  4  5  6 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 6

JIA Language Center

Melihat kecenderungan industri yang semakin mengglobal, hubungan politik dan ekonomi negara Indonesia dengan negara lain di dunia menyebabkan lembaga atau industri tertentu baik swasta maupun pemerintah membutuhkan tenaga yang berkualitas tinggi berbahasa asing.

Go to top