Berkarya Di Era Digital

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) JIA menggelar Seminar Sastra bertajuk 'Teknik Penulisan Sastra Remaja', Sabtu (29/6/2019), di Auditorium Lt.8 Gedung STBA JIA. Pada seminar ini hadir penulis 'Blind Power' dan juga motivator Eko Ramaditya Adikara, serta Digital Writer yang juga lulusan STBA JIA

Narasumber Eko Ramaditya Adikara sedang memaparkan materi dipandu oleh Rosi Novisa Syarani, M.Pd.

Ernawati Lilys yang menjadi pembicara kunci. Ernawaty Lilys mengungkapkan, saat ini profesi digital writer menjadi sangat menjanjikan. Terlebih bagi penulis yang sekaligus melakoni peran sebagai ibu rumah tangga. Seorang digital writer dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus, mengurus rumah tangga dan menulis. "Yang paling penting adalah kemauan kita yang besar untuk melahirkan buku tersebut, jangan berhenti ditengah" ujarnya saat seminar berlangsung. Saat ini beliau juga membuka kelas menulis online untuk para penulis pemula. Yang artinya, menjadi digital writer tidak hanya bisa menulis secara online tetapi juga bisa menjadi guru menulis online.

Antusias para peserta seminar dalam dialog interaktif bersama Narasumber

Sementara itu, Ramaditya berpendapat bahwa semua orang bisa menjadi penulis. Pernyataan itu diperkuat dengan cerita tentang perjuangannya adalah seorang tunanetra dalam mencapai cita-citanya menjadi penulis yang menginspirasi banyak orang. Perjuangannya akhirnya berbuah manis. Kini ia dijuluki dengan sebutan "The First Indonesian Blind Blogger". Melalui kisah hidupnya, ia ingin mengajarkan kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. "Kalau seorang Eko yg berkebutuhan khusus saja bisa menginspirasi, lebih-lebih anda yg dianugerahi fisik yg sempurna" ujarnya.

Foto bersama 2 Narasumber Eko Ramaditya Adikara dan Ernawati Lilys

SURREALSPEARE is the theme of our annual drama that was performed by 6th Semester. This drama was held at 6th July in Blu Plaza Mall. SURREALSPEARE is short of Surrealism Shakespeare. The meaning of it is our drama is one of true events based on the Shakespeare’s artwork. This event performed two dramas. The first one is Winter’s Tale by Evening Student. The second one is Macbeth by Morning Student. Both have their own interesting story. This drama is one of our final exam that tutored by Miss Ester Panjaitan.

MACBETH

At the beginning of the play, Macbeth is a brave and loyal Thane to King Duncan. After hearing a prophecy that he will become king himself, Macbeth is overcome by ambition and greed. Bolstered by the prophecy and his wife’s encouragement, he kills King Duncan and takes the throne. Afterward, Macbeth’s guild, fear, and paranoia lead him to commit even more murders to secure his power. His confidence in the prophecies eventually leads to his downfall and he is overthrown and killed by those he has wronged. Casts for this drama are Naufal Renaldi as King Duncan, Haidar Jaganegara as Macbeth, Larasati Aldila as Lady Macbeth and the as supporting Casts. The duration of this Drama takes about 2 hours. This drama has a message for the audience that “what’s done can’t be undone” means you should think before doing something, because when you’re done doing that, you can’t undo it.

WINTER’S TALE

The jealous King Leontes falsely accuse his wife Hermione of infidelity with his best friend, and she dies. Leontes exiles his newborn daughter Perdita, who is raised by shepherds of sixteen years and falls in love with the son of Leontes friend. When Perdita returns home, a statue of Hermione “comes to life”, and everyone is reconciled. Casts for this drama are Ade Rizal as King Leontes, Rizka Martiningsih as Perdita, Linda Eka as Hermione and the other as supporting Casts. The duration of this drama around 2 hours 15 minutes. This drama has a message that “Across time, against darkness, destiny finds a way” means everything has their own time to be happen.

Melihat Peluang Melalui Penerjemahan

Sabtu, 30 Maret 2019 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) JIA yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STBA JIA telah menyelenggarakan acara Seminar Penerjemahan dengan tema "Peran Penerjemahan Dalam Dunia Kerja." Acara ini turut mengundang guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat sebagai narasumber.

Dr. Rainhard Oliver H. W, S.S, M.Pd memberikan plakat kepada Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat sebagai narasumber

Acara yang dihadiri setidaknya 300 peserta ini dibuka dengan tarian "Tokyo Ondo" yang dipentaskan oleh mahasiswi semester 2 Sastra Jepang. Tak lupa pula sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua BEM, dan Ketua LPPM. Di segmen utama Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat memberikan materi yang menarik, dari menjelaskan apa itu penerjemahan, apa saja jenis-jenisnya, hingga pentingnya profesi sebagai seorang penerjemah di dunia kerja.

Narasumber berfoto bersama staf dosen STBA JIA dan panitia pelaksana

Antusias yang luar biasa ditunjukkan pula oleh mahasiswi/I STBA JIA yang menyempatkan waktunya untuk datang ke acara ini. Mereka menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh narasumber dan mengajukan beberapa pertanyaan seputar materi. Diharapkan ilmu yang mereka dapat kemarin akan berguna di kemudian hari dan membuat mereka menjadi pribadi yang berkualitas.

As a 4th semester students in English literature, we have table manner course. This year we practiced directly at the Santika Bekasi Hotel with a dining menu. There are Caesar Salad as Appetizer, Prawn Bisque as Soup, Roasted Beef in Black Pepper Sauce served with Vegetables and Mashed Potatoes as Main Course, and the last Chocolate Cake as a Dessert.

 

This practice refers to the reflexion of the English Programme curriculum which holds this activity every even semester in various Hotels and Menus.

 

 

 

 

Morning A & B Class

 

Shift Class

Masalah sampah, terutama sampah plastik, sudah semakin parah. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya sikap sebagian masyarakat yang masih tidak peduli dengan masalah ini, seperti tidak membuang sampah pada tempatnya dan tidak melakukan daur ulang. Masalah sampah plastik tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Tetapi, terjadi juga di berbagai belahan dunia lainnya karena penggunaan plastik hampir mengambil alih semua kebutuhan kita didunia ini. Karena ini, STBA JIA, melalui HMIJ, mengadakan sebuah talk show yang berjudul “Transforming trash to commodities for a sustainable future” atau “Mengubah sampah menjadi komoditas untuk masa depan yang berkelanjutan”. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 1 April 2019. Dalam acara ini, kita mengundang dua narasumber yaitu Alex dan Zoë yang berasal dari Universitas Leibniz, Jerman.

 

Mereka merupakan mahasiswa yang bergabung dengan sebuah komunitas besar bernama Enactus. Dalam komunitas tersebut, mereka mempunyai salah satu proyek yang bernama Plastained. Plastained merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk mendaur ulang sampah plastik agar menjadi bermakna. Acara dimulai pukul 1 siang yang diawali dengan sambutan – sambutan dari ketua panitia acara, ketua HMIJ, dan juga sambutan dari Mr. Imron Hadi, S.S, M.Hum. sebagai Kaprodi Inggris dengan Bahasa Jerman.

 

Kemudian acara inti di mulai. Dalam kesempatan ini mereka menjelaskan mengapa memilih Indonesia sebagai sumber proyek mereka? Karena di Indonesia, terutama ibu kota Jakarta, menghasilkan banyak sekali sampah yang selanjutnya sampah ini di buang ke TPA Bantar Gebang dan mayoritas sampah yang dibuang disana adalah sampah plastik. Mereka berharap dengan kedatangan mereka ini, bisa memberikan solusi bagaimana mengolah sampah plastik tersebut dan juga bisa berbagi informasi tentang bagaimana pengolahan sampah di Jerman yang nantinya bisa dicontoh Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Setelah itu acara di lanjutkan dengan sesi tanya – jawab oleh para peserta talk show. Acara berlangsung cukup baik dan bisa diterima oleh para mahasiwa yang mengikuti talk show tersebut. Selanjutnya acara ditutup pukul 3 sore dengan sesi foto bersama dan pemberian cinderamata oleh panitia.

 

As a form of social care, HMIJ held a social event in Bantar Gebang several time ago. Social Event is a form of attention of a group or someone by channeling a form of concern for other groups or individuals. Therefore, HMIJ invited the Himagians to be a volunteer for this event. After going through the selection stage, fifteen Himagians were selected who could participate directly in this activity. From the fifteen volunteers, they were divided into three groups, each of which would do a different assignment each week. The task of volunteers is to teach children there to learn English. This social activity took place on the 10th, 17th, and 24th March 2019 in The Kingdom of BGBJ, Bantar Gebang which carried the theme "Give, Gain, and Grow".

  

In the first week, we went to BGBJ with our lecturer Mrs. Yeni. Our mission was to teach vocabularies about various types of professions for children there. Because from the information that we get, children in BGBJ only know about three professions, there are doctors, teachers and garbage foremen. There, we also met with some foreigners. There are Hiroki and friends from Japan, Kevin and Helen. Some of us discussed with Helen and she was very pleasant. She said that she really like with Indonesia especially with the people. The first week went pretty well and was fun.

 

 In the second week, we went there with our lecturer Mr. Elsan. Our mission still same with the first week but, we explain more detail about the Professions. Like how a firefighter works, how doctors work, and so on. But that didn’t happen because we help them to prepare for their show at the BGBJ children's birthday. We taught them to play drama, read poetry and others. There are some foreigners who help too.

 

The second week felt longer but still pleasant. Finally, we are in the third week, the last week of our social project. This week, the volunteers from first and second week can join again so, we did a lot of activities with the children. Start from coloring, presentation about what their dreams are, playing music and eating together. We met with the another foreigner too. The third week was no less fun than the other week. At the end of event, we give them memories of dragon fruit plants and also some used books that are still suitable for use. We have had many new experiences because of this event and it was a moment that we will never forget.

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3  4  5  6 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 6

JIA Language Center

Sistem pendidikan yang digunakan STBA JIA merupakan perpaduan antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum yang berbasis Kompetensi untuk memenuhi kebutuhan keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan pasar Global.

Go to top